
KEPUTUSAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : SK.09/A/OT/VIII/2004/01
TENTANG
PENGISIAN JABATAN DI PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA
DI LUAR NEGERI MELALUI SELEKSI TERBUKA
MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA,
|
Menimbang : |
a. |
bahwa misi dan tugas diplomasi pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri harus dilaksanakan oleh diplomat yang memenuhi kualifikasi dan memiliki kompetensi yang diperlukan; |
|
|
|
|
|
|
b. |
bahwa untuk melengkapi proses seleksi oleh tim Pendukung Baperjakat yang berlaku umum dalam penempatan diplomat, guna memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai bobot dan karakteristik tugas atau jabatan pada sejumlah Perwakilan tertentu serta meneguhkan sistim merit, perlu dilakukan pemilihan melalui seleksi secara transparan dan terbuka. |
|
|
|
|
|
|
c. |
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b di atas dipandang perlu menetapkan Keputusan Menteri Luar Negeri tentang Pengisian Jabatan di Perwakilan republik Indonesia tertentu di luar negeri melalui Seleksi Terbuka (Open Bidding). |
|
|
|
|
|
Mengingat : |
1. |
Undang-undang No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri (Lembaran Negara Tahun 1999 No. 156. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3882); |
|
|
|
|
|
2. |
Keputusan Presiden No. 108 Tahun 2003 tentang Organisasi Perwakilan Republik Indonesia Luar Negeri; |
|
|
3. |
Keputusan Menteri Luar Negeri Nomor SK 06/A/OT/V/2004/01 Tahun 2004 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri beserta Lampirannya; |
|
|
4. |
Keputusan Menteri Luar Negeri Nomor 053/OT/II/2002/01 Tahun 2002 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Luar Negeri. |
MEMUTUSKAN
|
Menetapkan: |
KEPUTUSAN MENTERI LUAR NEGERI TENTANG PENGISIAN JABATAN DI PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI MELALUI SELEKSI TERBUKA (OPEN BIDDING) |
Pasal 1
Yang dimaksud dengan Seleksi Terbuka (Open Bidding) dalam Keputusan ini adalah proses seleksi untuk mendapatkan pejabat diplomat yang tepat dan memenuhi syarat guna mengisi jabatan dan atau melaksanakan tugas pekerjaan pada sejumlah Perwakilan Republik Indonesia tertentu di luar negeri.
Pasal 2
Ketentuan pengisian jabatan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri melalui seleksi terbuka adalah:
|
a. |
terbuka bagi semua pejabat diplomatik, baik pejabat diplomatik yang masih bertugas di dalam negeri maupun yang sedang menjalani tugas di luar negeri; |
|
b. |
memenuhi persyaratan administratif dan kualifikasi kompetensi yang ditetapkan untuk masing-masing jabtan yang bersangkutan; |
| c. | diajukan oleh atau melalui unit kerja masing-masing; |
| d. | lulus seleksi. |
Pasal 3
Rincian persyaratan administratif dan kualifikasi serta persyaratan lainnya yang harus dipenuhi calon disesuaikan dengan masing-masing jabatan yang akan diisi dan diumumkan pada waktu pengumuman penyelenggaraan seleksi.
Pasal 4
|
(1) |
Penyelenggara seleksi adalah Tim Pendukung Baperjakat; |
|
(2) |
Seleksi dan penilaian terhadap kompetensi dan kualifikasi calon dilakukan melalui sebuah Tim Seleksi yang susunannya ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal selaku Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (BAPERJAKAT); |
|
(3) |
Tim Seleksi terdiri dari 5 (lima) orang pejabat Departemen Luar Negeri yang dipilih berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan keahliannya; |
|
(4) |
Komposisi Tim Seleksi disesuaikan dengan kualifikasi dan persyaratan jabatan yang akan diisi. |
Pasal 5
Penilaian terhadap kompetensi dan kualifikasi calon mencakup visi dan misi calon mengenai jabatan atau pekerjaan yang akan diisi, penyajian makalah, kemampuan dan bakat profesi.
Pasal 6
|
(1) |
Pengumuman tentang lowongan dan seleksi pengisian jabatan di Perwakilan sebagaimana dmaksud dalam Pasal 1 dilakukan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sebelum jabatan di Perwakilan yang bersangkutan tersebut lowong; |
|
|
LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR SK.09/A/OT/VIII/2004/01 TANGGAL 18 Agustus 2004 |
Jabatan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang pengisiannya dilakukan melalui seleksi terbuka adalah :
|
a. |
Wilayah Eropa |
|
|
|
(1) |
Kepala Bidang Politik I dan II PTRI Jenewa |
| (2) | Kepala Bidang Ekonomi I dan II PTRI Jenewa | |
| (3) | Kepala Bidang Politik KBRI Den Haag | |
| (4) | Kepala Bidang Penerangan KBRI Den Haag | |
| (5) | Kepala Bidang Penerangan KBRI London | |
| (6) | Kepala Bidang Politik Multilateral KBRI/PTRI Wina | |
|
b. |
Wilayah Amerika |
|
|
|
(1) |
Kepala Bidang Politik KBRI Washington DC |
| (2) | Kepala Bidang Penerangan KBRI Washington DC | |
| (3) | Kepala Bidang Politik I dan II PTRI New York | |
| (4) | Kepala Bidang Ekonomi I dan II PTRI New York | |
|
c. |
Wilayah Asia Pasifik |
|
|
|
(1) |
Kepala Bidang Politik KBRI Beijing |
|
|
(2) |
Kepala Bidang Ekonomi KBRI Tokyo |
|
|
(3) |
Kepala Bidang Ekonomi KBRI Seoul |
|
|
(4) |
Kepala Bidang Politik KBRI Canberra |
|
|
(5) |
Kepala Bidang Penerangan KBRI Canberra |
|
|
(6) |
Kepala Bidang Konsuler KBRI Kuala Lumpur |
|
|
(7) |
Kepala Bidang Politik KBRI Singapura |
|
|
(8) |
Kepala Bidang Konsuler KBRI Riyadh |
|
|
(9) |
Kepala Bidang Konsuler KBRI Singapura |
|
|
(10) |
Kepala Bidang Konsuler KJRI Jeddah |
|
|
(11) |
Kepala Bidang Konsuler KJRI Hongkong |
|
|
(12) |
Kepala Bidang Konsuler KJRI Kinabalu |
|
|
|
|
|
d. |
Wilayah Afrika |
|
|
|
Kepala Bidang Politik KBRI Pretoria |
|