Tahap
wawancara
Tahap wawancara biasanya dilakukan setelah penyeleksian surat-surat
lamaran pekerjaan dan setelah tes-tes lain seperti tes IQ, kecerdasan,
psikologi dan sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa wawancara
dilakukan secara langsung (walk-in interview) oleh pewawancara.
Wawancara dilakukan mencapai tujuan berikut:
- Membahas informasi yang diberikan pelamar dalam resume yang
diberikannya untuk mengetahui secara lebih jauh tentang kualifikasi
yang dimilikinya.
- Memeriksa keadaan sesungguhnya dari pelamar dari segi fisik, mental
dan kehandalannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan (Jangan heran
apabila kadangkala wawancara terasa seperti sebuah tes mental).
- Memerikan pengetahuan kepada calon pekerja tentang bidang dan jenis
pekerjaan yang akan mereka hadapi bila diterima, serta perkiraan gaji
dan tunjangan mereka dan juga tentang kesempatan berkembang.
Kadangkala wawancara tidak dilakukan satu kali, tetapi beberapa tahap,
seperti wawancara penyaringan dan wawancara seleksi. Wawancara penyaringan
biasanya dilakukan untuk memeriksa kebenaran informasi yang diberikan
dalam resume dan surat lamaran. Biasanya merupakan tanya jawab singkat
untuk menanyakan kebenaran kualifikasi dan bila mungkin diperiksa tentang
kemungkinan kelebihan dan kekurangan pelamar dibandingkan dengan yang
telah ditulisnya.
Wawancara seleksi biasanya lebih lama dibandingkan wawancara
penyaringan, karena dalam tahap seleksi ini pelamar telah disaring
sedemikian rupa. Dalam wawancara ini bisa saja hanya satu orang yang
mewawancarai, bisa juga satu panel dengan berbagai latar belakang
pertanyaan.
Wawancara bisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan yang bersifat
bebas, dengan jawaban yang lebih bebas. Namun kadang banyak pula yang
hanya harus dijawab dengan 'ya' atau 'tidak'.
Kesan pribadi yang ditunjukkan sangatlah berpengaruh pada keberhasilan.
Anda harus dapat memberikan kesan yang baik dan citra yang berpengaruh
bagi pewawancara. Karena itu, persiapkanlah mental Anda dalam
menghadapinya. Jernihkan pikiran dan masukilah ruang wawancara dengan
perasaan mantap.
Anda akan diperhatikan dalam berbagai aspek, misalnya
- penampilan dalam baju
- penampilan dalam sikap
- penampilan dalam suara
- rasa percaya diri
- komunikasi
- kesigapan
- ekspresi
- kerjasama
- sifat-karakter
- selera humor dan akal sehat
- dan sebagainya
Setelah mereka memperoleh gambaran sesungguhnya dari kepribadian dan
kualifikasi Anda, maka mereka dapat menentukan apakah Anda masuk dalam
kualifikasi mereka atau tidak. Apakah Anda merupakan orang yang tepat
untuk posisi yang ditawarkan.
Cara-cara yang dilakukan antara satu perusahaan dengan yang lain
tidaklah sama persis, meskipun kadang ditemukan banyak persamaan dalam
metode yang digunakan. Hal-hal yang harus Anda lakukan ketika mendatangi
wawancara adalah sebagai berikut:
- Datanglah tepat waktu, bila harus menunggu, tunggulah dengan sabar
- Yakinlah akan diri Anda, jadi diri sendiri dan enjoy
- Pakailah pakaian yang dirasa tepat. Jangan berlebihan, jangan pula
terkesan kurang.
- Bila dirasa diperlukan, bawalah contoh-contoh dari pengalaman kerja
Anda dan juga berbagai sertifikat yang Anda miliki.
- Ketuklah pintu, kecuali jika Anda diantarkan sekretaris
- tersenyumlah hangat
- tunggulah sampai dipersilahkan duduk, atau mintalah ijin duduk
- Tataplah mata pewawancara
- Tonjolkan kemampuan Anda
- Berbicaralah dengan jelas
- Sesuaikan nada bicara
- Tunjukkan minat
- Bersikaplah jujur, tidak usah berusaha menjawab hal yang diluar
kemampuan Anda
|
Tahukah Anda?
Resume Pekerjaan dapat dihadirkan dalam format CD Interaktif yang
sangat
menarik? CD tersebut dapat menunjang awal karir Anda!
simak
lebih lanjut. Klik disini |