![]() |
Negara-negara
mana yang mempunyai potensi terbaik untuk produk-produk yang akan
dipasarkan; |
![]() |
![]() |
Jenis/tipe
produk yang digemari; |
|
![]() |
Berapa
banyak produk yang dapat dipasarkan atau berapa besar potensi pasar di
negara tujuan serta prospek di masa mendatang; |
|
![]() |
Pola
konsumsi konsumen di negara tujuan ekspor; |
|
![]() |
Perbaikan-perbaikan
apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan; |
|
![]() |
Penetapan
harga produk yang akan dipasarkan di negara tujuan; |
|
![]() |
Biaya
untuk mencapai target penjualan (transportasi, bea masuk dan lain-lain); |
|
![]() |
Pesaing-pesaing
(siapa, berapa harga jualnya); |
|
![]() |
Strategi
apa yang harus ditempuh dalam memasarkan produk; |
|
![]() |
Peraturan-peraturan
perdagangan di negara bersangkutan; |
|
![]() |
Prospek; |
|
![]() |
Dan
lain-lain. |
![]() |
Riset untuk
mengetahui potensi suatu pasar, yaitu seberapa besar potensi
permintaan pasar terhadap suatu produk tertentu di negara
sasaran. Disamping mengetahui besarnya permintaan, hal-hal lain
yang harus diketahui adalah pola permintaan dan prospek
perkembangannya, pesaing-pesaing (dari negara-negara mana saja dan
perusahaan-perusahaan apa saja yang berasal dari Indonesia), struktur
harga dan peraturan-peraturan yang berlaku di negara pengimpor dan
peraturan perdagangan dalam negeri sendiri. |
![]() |
Riset khusus
mengenai produk, yaitu menentukan kriteria atau elemen dari
produk ekspor, seperti alasan pemakaian produk, budaya, kondisi produk
terhadap perubahan iklim (seandainya diekspor ke negara yang mengalami
4 musim), warna, mutu/standar, ukuran, rasa, bahan, disain, spesifikasi
teknis, cara menggunakan/memakai produk, kemasan, dan lain-lain. |
![]() |
Riset mengenai
praktek pemasaran ekspor, yaitu untuk mengetahui bauran
pemasaran (produk, harga, distribusi dan promosi). Dalam hal ini yang
perlu dikaji adalah: |
Biaya
dan resiko transportasi, kecepatan pengiriman, keandalan sistim
pengiriman, persyaratan pengepakan; |
|
Harga
ekspor produk pesaing dan keistimewaan produknya serta jaminan
pasokannya; |
|
Distributor,
waktu penyerahan produk, potongan harga dari setiap penyalur, fasilitas
yang diberikan kepada distributor; |
|
Layanan
purna jual: masa garansi, suku cadang, tenaga operator; |
|
Promosi: sarana yang digunakan,
anggaran yang dibutuhkan, cara/sistim penyampaian iklan. |
| Dimensi fisik | |
| Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam dimensi fisik antara lain adalah: | |
![]() |
Adaptasi
produk diperlukan untuk melayani kebutuhan dan keinginan konsumen di
pasar sasaran dengan memperhatikan selera, tingkat daya beli, peraturan
pemerintah, dan lain-lain; |
![]() |
Kemasan
sebagai bagian dari produk yang berfungsi untuk melindungi produk dari
pengaruh iklim yang berbeda, transportasi, handling (cara penanganan
barang), dan lain-lain perlu disesuaikan dengan kondisi iklim setempat.
Sedangkan kemasan sebagai alat promosi perlu disesuaikan dengan
kebutuhan pasar setempat (selera konsumen). Dalam hal label, yang perlu
diperhatikan adalah masalah bahasa, ketentuan/peraturan perdagangan negara
tujuan ekspor. |
| Dimensi non-fisik | |
| Dimensi non-fisik yang penting dari
produk (yang menjadi dasar kontrak jual-beli) adalah ketetapan harga
produk. Pada dasarnya, harga adalah biaya ditambah laba pada berbagai
tingkat kegiatan produksi. Dalam pemasaran ekspor biasanya
dipakai penetapan harga "cost-plus atau markup" biaya produksi/pengadaan ditambah
laba yang diinginkan, karena pemasaran ekspor awal lebih bersifat
reaktif daripada pro-aktif yang didasarkan pada eskalasi (struktur)
harga yang dibuat: |
|
![]() |
Struktur biaya/produksi
harus mencerminkan biaya tetap dan biaya tidak tetap agar dapat
diketahui pengaruhnya terhadap penyesuaian yang diperlukan atas harga
yang diminta pembeli; |
![]() |
Struktur biaya
pemasaran harus mencerminkan balas jasa atas segala kegiatan pemasaran
yang dilakukan dan atas balas jasa dan biaya pada saluran
distribusi/pemasaran yang dipergunakan. |